Find Your Character At This Blog

Pengertian dan Konsep Object Oriented Programming (OOP)

Posted by : Delan
Hai semua kali ini saya akan membagi pengetahuan tentang materi Object Oriented Programming atau bisa disebut OOP, yaa... walaupun saya masih saja sedikit tidak mengerti tentang materi OOP ini😋😁. Langsung saja disimak dan dipelajari dengan baik materi yang saya bagi untuk kalian semua para pembaca blogger.





OOP (Object Oriented Programming) adalah suatu pemrograman yang berorientasi kepada objek. Tujuan dari OOP adalah untuk mempermudah pengembangan program dengan cara mengikuti model yang telah ada di kehidupan sehari-hari. Jadi setiap bagian dari suatu permasalahan adalah objek, objek itu sendiri merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil lagi. contoh Pesawat, Pesawat adalah sebuah objek. Pesawat itu sendiri terbentuk dari beberapa objek yang lebih kecil lagi seperti mesin, roda, baling-baling, kursi, dll. Pesawat sebagai objek yang terbentuk dari objek-objek yang lebih kecil saling berhubungan, berinteraksi, berkomunikasi dan saling mengirim pesan kepada objek-objek yang lainnya. Begitu juga dengan program, sebuah objek yang besar dibentuk dari beberapa objek yang lebih kecil, objek-objek itu saling berkomunikasi, dan saling berkirim pesan kepada objek yang lain.






Object Oriented Programming (OOP) memiliki 4 Konsep yaitu:


1. Abtraksi (Abstraction)

Abtraksi (Abstraction) merupakan kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.



2. Enkapsulasi (Encapsulation)

Enkapsulasi (Encapsulation) adalah metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.



3. Polimorfisme (Polymorphism)

Polimorfisme (Polymorphism) adalah metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.



4.Inheritas (inheritance)

Inheritas (inheritance) merupakan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis objek tidak selalu memiliki inheritas.)


Itu saja penjelasan tentang pengertian Object Oriented Programming (OOP) semoga dapat menambah ilmu wawasan dan jangan lupa follow Google+ saya. Sampai jumpa diblog selanjutnya😁.



Minggu, 30 Juli 2017

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Terus berlatih menulis (y)

Delan mengatakan...

Siap, pak.

Unknown mengatakan...

wibu

Diberdayakan oleh Blogger.

Tugas Ss Sekolah Perwarisan

Lain-lainnya

Copyright © 2012 Welcome to the My Blog | Dragon Ball Z Theme| Designed by Yoshua Marchiano | Original Design Naruto Vs Sasuke V2 Theme